Menulis cerpenDunia penulis, adalah dunia tanpa batas. Segala macam ilmu pengetahuan dan karya sastra hingga bait syair indah, semua berawal dari goresan pena dan tinta yang telah menemukan jiwanya.

menulis cerpen

Seperti halnya menulis cerpen, banyak hal dan aspek yang harus kita persiapkan sebelum benar-benar menulis cerpen yang baik. Yang dapat diterima dengan antusias oleh nalar pembaca sesuai usia dari versi cerpen Anda.

Dibawah ini adalah beberapa referensi bagi Anda yang ingin memulai menulis cerpen:

  1. Tema

Jangan samakan tema dengan judul. Sesungguhnya itu adalah hal yang jauh berbeda, namun selalu berjalan beriringan. Anda harus bisa memastikan akan mengusung tema seperti apa, contohnya cinta, persahabatan, kehidupan, misteri, banyak sekali.

Stabilkan diri Anda pada tema tersebut, fokuskan untuk mencari benang merah dan jangan sampai luber kemana-mana. Raih plot yang tidak membingungkan agar tema Anda terarah dan mampu ditangkap oleh pembaca Anda.

Tema, adalah ruh dari cerpen Anda. Semakin Anda mantap dengan sebuah tema, maka semakin mudah Anda menemukan jiwa pada setiap kata dalam tulisan.

  1. Tokoh, Masing-Masing Karakter dan Watak

Pemilihan tokoh dan masing-masing karakternya juga menjadi hal yang vital dalam menulis cerpen. Anda harus tahu dan mendalami setiap karakter dan tokoh yang ingin Anda masukan dalam cerpen. Tanpa tokoh dan karakter, bagaimana mungkin bisa menghasilkan sebuah cerita?

Dan jangan lupa untuk menamai setiap tokoh dengan nama yang mudah diingat, keren, dan mudah dibayangkan sesuai karakternya. Pikirkan nama terbaik agar menghasilkan cerita yang diidamkan pembaca.

Lalu matangkan watak dari setiap tokoh yang Anda punya, jangan sampai semua tokoh Anda memiliki watak dan sifat yang sama. Contohnya watak yang serius, friendly, misterius, easy going, lugu, banyak tingkah, arogan, jahat, penipu dan lain sebagainya.

Penanaman watak pada setiap karakter, menjadikan cerpen Anda berwarna dan tentunya tidak membosankan.

  1. Alur dan Latar Belakang

Alur cerita, secara garis besar dibagi menjadi 3, yakni

  1. Alur maju
  2. ALur mundur
  3. Alur maju mundur

Pilih dan kembangkan alur yang ingin Anda ambil. Alur mana yang terbaik? Itu terserah kreativitas Anda dalam membangun sebuah plot yang terbaik sesuai diri Anda. Imajinasi, kreativitas dan sentuhan ekspresi Anda sangat dibutuhkan disini.

Lalu menentukan latar, apa yang akan Anda gambarkan? Dimana cerita Anda terjadi? TKP mana yang akan Anda deskripsikan. Pilih, tentukan, imajinasikan, dan jelaskan kepada pembaca Anda. Sejatinya menulis adalah memberikan imajinasi kuat kepada pembaca hanya dengan kata-kata dan penjelasan yang baik.

Atur adegan dalam latar tersebut, sekali lagi jelaskan segala hal yang menurut Anda penting. Kuasai dunia dalam tulisan Anda. Anda ingin berlatar di rumah, disekolah, di basement, lalu tiba-tiba terjadi gempa, puting beliung, atau bahkan monster dari planet terjauh. Semua Anda yang mengatur, Anda adalah takdir dari setiap kejadian yang ada dalam cerita.

  1. Ending dan Pesan Tersirat

Banyak pembaca yang suka dengan ending twist, atau membingunkan, atau suka dengan happy ending. Semua tergantung dengan tema plot yang Anda sajikan. Berperanlah sebagai “Dewa” yang kuasa untuk menentukan jalan akhir dari sebuah cerita.

Secara garis besar, kebanyakan ending cerita berada di 3 hal, yakni:

  1. Happy Ending
  2. Sad Ending
  3. Cliffhanger

Anda yang berhak mengembangkan ketiga hal tersebut. Happy ending atau sad ending bisa membuat pembaca tersenyum, baper, hingga menangis tersedu. Atau cliffhanger, membuat pembaca Anda penasaran dengan sekuel dan lanjutan dari cerpen terbaru Anda. Semuanya ditangan Anda.

Dan jangan lupa untuk menanamkan pesan dan kesan dari cerita Anda. Sampaikanlah pesan yang ingin Anda berikan kepada pembaca, melalui alur cerita dan pemahaman ending cerita yang Anda sajikan. Agar menimbulkan kesan bahwa setiap tulisan Anda memiliki pesan tersirat yang sangat bermakna untuk setiap pembaca.

  1. Jangan Menyerah, Tetaplah Menulis

Menulis cerpenJika setelah Anda membaca artikel ini, lalu Anda mulai menulis dan menemukan kebuntuan pada tulisan Anda. Hal ini sangat wajar terjadi, menulis butuh timing dan inspirasi yang tepat bagi jiwa Anda. Tetaplah mencari inspirasi, dan tetaplah menulis.